Milia bukan jerawat, jangan dipencet untuk mengatasinya
Kalau kamu punya bintik-bintik putih kecil di sekitar hidung atau mata yang terlihat seperti
whitehead
tapi tak kunjung hilang, bisa jadi itu bukan jerawat, melainkan milia.
Apa itu milia?
Meski tampilannya tidak jauh berbeda dari jerawat biasa, milia sebenarnya sama sekali bukan bentuk jerawat.
Aegean Chan, seorang dermatolog mengatakan, bintik-bintik putih kecil ini sebenarnya adalah kista yang berisi keratin, sejenis protein kulit.
“Milia biasanya muncul sebagai benjolan kecil dan keras di bawah permukaan kulit, dan paling umum ditemukan di wajah, khususnya di area pipi, kelopak mata, sekitar mata, dan dahi,” katanya dikutip
Cosmopolitan
.
“Berbeda dari pori-pori tersumbat, milia tidak memiliki bukaan ke permukaan kulit, yang membuatnya lebih sulit diobati.”
Meski sulit, bukan berarti tidak bisa diatasi. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, baik di rumah maupun dengan bantuan dokter kulit, untuk menghilangkan milia.
Apa penyebab milia?
Ada cukup banyak hal yang bisa memicu milia, dan menurut Dr. Chan, tidak selalu mudah menentukan penyebab pastinya. Kondisi ini bisa muncul setelah kulit mengalami kerusakan, entah karena paparan sinar matahari, luka gesekan, atau perawatan laser.
“Ini juga bisa lebih sering terjadi pada perokok akibat kerusakan kolagen,” tambahnya.
Milia bisa dialami segala usia, termasuk anak-anak. Namun, Dr. Chan lebih sering menemukan bintik ini pada pasien lanjut usia (di atas 60 tahun). Dalam beberapa kasus, produk skincare yang kamu pakai juga bisa jadi penyebabnya.
“Produk yang sangat oklusif, seperti pelembap yang berat, bisa berkontribusi memicu milia,” kata Dr. Chan.
Apakah milia bisa hilang dengan sendirinya?
Jawabannya tergantung situasi.
“Milia pada bayi dan anak-anak biasanya hilang dengan sendirinya, dan milia yang sangat kecil pada orang dewasa terkadang bisa menghilang tanpa perlu perawatan,” kata Dr. Chan.
Produk eksfoliasi, seperti serum berbahan retinol atau beta hydroxy acid (BHA), bisa membantu mengatasi milia seiring waktu. Kalau kamu punya milia yang menetap dan tidak merespons eksfoliasi, langkah terbaik adalah mengunjungi dokter kulit untuk ekstraksi manual.
Satu hal penting: jangan pernah mencoba memencet milia sendiri di rumah.
“Karena milia berada lebih dalam di kulit dan tidak punya bukaan di permukaan, memencet atau memanipulasinya bisa menyebabkan trauma dan berpotensi menimbulkan bekas luka yang justru lebih terlihat dibanding milia itu sendiri,” peringatnya.
Cara mengatasi milia
Cara terbaik mengatasi milia tergantung tingkat keparahan dan sudah berapa lama kondisi ini muncul. Untuk milia berukuran kecil, Dr. Chan merekomendasikan penggunaan retinoid atau toner eksfoliasi berbahan asam salisilat untuk mendorong pergantian sel kulit dan meratakan milia.
Untuk milia yang dalam dan menetap, sebaiknya kunjungi dokter kulit untuk ekstraksi profesional.
“Karena milia berada di bawah permukaan kulit dan tidak punya bukaan seperti pori-pori tersumbat, biasanya milia tidak bisa langsung dipencet keluar,” kata Dr. Chan.
Biasanya, dokter akan menggunakan jarum atau pisau steril kecil untuk membuat bukaan kecil di lapisan atas kulit, lalu menggunakan alat ekstraktor untuk mengangkat kista tersebut. Kalau dilakukan dengan benar, area tersebut biasanya sembuh dengan sangat baik.
Milia sangat berbeda dari jerawat, jadi jangan sampai kamu coba-coba memencetnya. Kista di bawah kulit ini sepenuhnya jinak dan sering kali hilang dengan sendirinya, terbantu oleh eksfoliasi ringan.
Namun, kalau milia terus menetap, sebaiknya buat janji dengan dokter kulit untuk ekstraksi yang aman. Risiko bekas luka akibat memencet atau mengorek milia sendiri jelas tidak sebanding dengan hasilnya.