Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
NEWS

Kisah Abdullah bin Masud, Pembaca Al-Qur’an Pertama di Depan Umum

By LINGKARJATIM
Maret 4, 2026 3 Min Read
0

Jakarta,– Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Pada masa awal dakwah di Makkah, ayat-ayat suci itu belum banyak dilantunkan secara terbuka di hadapan kaum Quraisy.

Sosok pertama yang berani membacakan di depan umum setelah Rasulullah SAW, adalah salah seorang sahabat terdekat beliau, Abdullah bin Mas’ud.

Dikenal sebagai orang keenam yang memeluk Islam, Abdullah bin Mas’ud termasuk sahabat yang selalu bersama Nabi. Dalam buku

Sirah Nabawiyah

karya Ibnu Ishaq, dikisahkan bagaimana keberanian Abdullah bin Mas’ud menjadi salah satu momen penting dalam sejarah dakwah Islam di Makkah.

1. Tantangan memperdengarkan Al-Qur’an kepada kaum Quraisy

Dalam riwayat yang disampaikan Ibnu Ishaq dari Yahya bin Urwah bin Az-Zubair, para sahabat pernah berkumpul dan membicarakan satu hal penting. Mereka menyadari orang-orang Quraisy belum pernah mendengar lantunan Al-Qur’an secara terbuka di depan umum.

Mereka berkata, “Demi Allah, orang-orang Quraisy belum pernah mendengar Al-Qur’an dibacakan secara terang-terangan. Siapakah yang berani memperdengarkannya kepada mereka?”

Di tengah suasana penuh pertimbangan itu, Abdullah bin Mas’ud dengan tegas menjawab, “Aku!”

Para sahabat sempat mengkhawatirkan keselamatannya. Mereka berharap orang yang melakukannya memiliki keluarga besar yang dapat melindungi dari ancaman Quraisy. Namun, Abdullah bin Mas’ud tetap bersikukuh. Ia berkata Allah subhanallahuwata’ala akan melindunginya.

Keputusan itu bukan sekadar keberanian, melainkan wujud keyakinan dan keimanan yang kuat, di tengah tekanan kaum musyrik Makkah.

4 Sunah Dianjurkan Rasulullah di Bulan Ramadan untuk Dapat Ampunan Allah SWT

2. Membaca Surah Ar-Rahman di Maqam Ibrahim

Pada waktu Dhuha, saat para tokoh Quraisy berkumpul di balai pertemuan mereka, Abdullah bin Mas’ud berdiri di Maqam dan mulai membaca Al-Qur’an dengan suara lantang.

Ayat yang ia lantunkan adalah pembuka Surah Ar-Rahman:

اَلرَّحْمٰنُۙ عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ

“(Allah) Yang Maha Pengasih, yang telah mengajarkan Al-Qur’an.” (QS. Ar-Rahman: 1–2)

Suara lantangnya membuat orang-orang Quraisy terdiam sejenak. Sebagian dari mereka bertanya, “Apa yang dibaca oleh anak Ummu Abd ini?” Sebagian lainnya menjawab, “Dia membaca sebagian dari apa yang dibawa Muhammad.”

Momen tersebut menjadi salah satu kali pertama kalangan elite Quraisy mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan secara terbuka oleh selain Nabi.

Sebanyak 75 Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW Dipamerkan di Bogor

3. Dipukul tapi tetap melanjutkan bacaan

Tak lama kemudian, kemarahan kaum Quraisy memuncak. Mereka bangkit dan mendatangi Abdullah bin Mas’ud. Ia pun dipukul hingga wajahnya terluka. Namun, di tengah serangan itu, Abdullah bin Mas’ud tetap melanjutkan bacaannya sampai ayat tertentu dari surah tersebut.

Setelah merasa cukup, barulah Abdullah bin Mas’ud kembali menemui para sahabat dengan kondisi wajah penuh luka. Melihat kondisi itu, para sahabat berkata, “Inilah yang kami khawatirkan atas dirimu.”

Namun, jawaban Abdullah bin Mas’ud justru menunjukkan keteguhan hatinya. Ia menyebut musuh-musuh Allah itu tidak lebih hina dalam pandangannya dari sebelumnya. Bahkan, ia menawarkan diri untuk mengulanginya keesokan hari.

Para sahabat akhirnya melarangnya. Mereka menilai apa yang telah dilakukan Abdullah bin Mas’ud sudah cukup: Al-Qur’an telah diperdengarkan kepada mereka, meski dengan risiko besar.

Kisah Abdullah bin Mas’ud menjadi bukti dakwah Islam pada masa awal tidaklah mudah. Keberanian Abdullah bin Mas’ud bukan hanya soal menghadapi ancaman fisik, tetapi juga tentang menyampaikan kebenaran di tengah tekanan sosial dan kekuasaan.

Dari peristiwa tersebut, umat Islam belajar menjaga dan menyampaikan Al-Qur’an adalah amanah besar, yang pada masa awalnya diperjuangkan dengan pengorbanan luar biasa. Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya.

Tags:

SOSIAL | BUDAYA
Author

LINGKARJATIM

Follow Me
Other Articles
Previous

Nuanu Kolaborasi dengan Pelaku Kuliner Bangun Ekosistem Gastronomi Bali

Next

5 Menu Sahur Favorit, Cepat dan Terjangkau

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Situs Ini

Lingkarjatim.my.id merupakan portal informasi yang menghadirkan berita, cerita, dan berbagai topik menarik dari Jawa Timur hingga seantero Nusantara bahkan Sejagat Raya, dikemas secara informatif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Cari

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban

Temukan Kami

Alamat
Jl. Jend. Sudirman 8
Jakarta Pusat, Jakarta 10110

Jam Buka
Senin—Jumat: 09:00–17:00
Sabtu & Minggu: 11:00–15:00

Tentang Situs Ini

Ini bisa jadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan diri dan situs Anda, atau menuliskan daftar penghargaan.

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban
Copyright 2026 — LINGKARJATIM.MY.ID. All rights reserved.