Kades Banjarejo Blora kaget warganya diduga terlibat pembunuhan Mozza, MVDA dikenal baik dan pendiam
Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Suwarno, mengaku kaget setelah mengetahui salah satu warganya, MVDA (22), diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa, warga Kabupaten Semarang, yang hilang sejak 25 Juni 2025.
Suwarno mengaku baru mengetahui kabar tersebut setelah pemberitaan mengenai kasus itu beredar di media.
Pihaknya juga membenarkan bahwa sosok dalam foto yang beredar dan disebut berinisial MVDA merupakan warganya.
“Kalau saya melihat di foto tadi itu memang warga saya, betul. Itu juga yang dijemput ketika nonton voli di lapangan voli,” kata Suwarno, Sabtu (5/9/2026).
Meskipun begitu, saat MVDA diamankan pada Kamis (3/9/2026) Malam, Suwarno tidak tahu-menahu soal kasusnya.
Menurutnya, saat MVDA dijemput polisi ketika sedang menonton turnamen voli di Dukuh Kalirejo, Desa Banjarejo, pihak kepolisian tidak menjelaskan secara rinci mengenai perkara yang sedang ditangani.
“Saat penjemputan, perangkat desa saya yang ikut mendampingi. Tapi ya tidak tahu kasusnya apa,” ujarnya.
Suwarno mengatakan dirinya baru mengetahui dugaan keterlibatan MVDA dalam kasus pembunuhan setelah mendapat informasi dari pemberitaan di media pada hari ini.
“Baru tahu kasusnya hari ini tadi, terkait dengan adanya pemberitaan itu,” terangnya.
MVDA dikenal baik dan pendiam
Suwarno menyebut selama ini mengenal MVDA sebagai pemuda yang baik dan pendiam.
Pihaknya bahkan tidak menyangka jika warganya tersebut kemudian dikaitkan dengan kasus pembunuhan yang terjadi di Semarang.
“Kalau di desa, orangnya baik, Mas. Baik. Enggak aneh-aneh, dia juga pendiam,” katanya.
Menurut Suwarno, selama berada di Desa Banjarejo, perilaku MVDA juga dinilai biasa dan tidak menunjukkan hal yang mencurigakan.
“Biasa Mas. Orangnya baik kok. Baik betul,” jawab Suwarno.
Sepengetahuan Suwarno, MVDA diketahui pernah merantau ke Semarang.
Namun, Suwarno tidak mengetahui secara pasti apakah MVDA bekerja di Kota Semarang atau ikut bersama saudaranya.
“Dia kelihatannya pernah keluar kota, Mas. Dia kerja di Semarang kelihatannya. Saya dengar-dengar seperti itu,” jelasnya.
“Saya tidak tahu pasti memang kerja di Semarang atau ikut saudaranya. Yang jelas sepertinya pernah merantau kerja di Semarang,” imbuh Suwarno.
Suwarno menegaskan, dirinya juga belum mengetahui secara detail mengenai kasus yang menyeret warganya tersebut.
“Saya tidak menyangka kalau memang di media berita seperti itu. Saya tahu juga dari berita media, Mas,” paparnya.
Ditangkap saat nonton voli
MVDA ditangkap polisi saat sedang menonton turnamen voli di Dukuh Kalirejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
MVDA diketahui merupakan warga Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo, mengatakan MVDA diamankan pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat itu, MVDA masih berada di lokasi turnamen dan menyaksikan pertandingan voli bersama warga.
“Diamankannya di lapangan voli, di Dukuh Kalirejo, saat yang bersangkutan menonton turnamen voli,” katanya, saat dikonfirmasi
, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, saat pertama kali diamankan, Polsek Banjarejo belum mengetahui secara pasti bahwa MVDA diduga terlibat dalam kasus pembunuhan.
Sebab, pada saat itu kasus Mozza masih dalam tahap penyelidikan sebagai laporan orang hilang.
“Awal diamankan itu memang kasus pembunuhannya belum terungkap. Jadi hanya diamankan, saat terduga pelaku diamankan itu kan korban Mozza belum ketemu. Jadi tahunya kasus orang hilang,” jelasnya.
AKP Gembong, mengatakan Polsek Banjarejo saat itu hanya melakukan pendampingan terhadap tim dari Polres Semarang yang melakukan penyelidikan.
Hal tersebut dilakukan lantaran MVDA disebut sebagai orang yang terakhir kali dihubungi atau sering berhubungan dengan Mozza.
“Polsek Banjarejo hanya pendampingan, karena kontak yang terakhir dihubungi atau yang sering berhubungan itu ya si terduga pelaku pembunuhan yang sekarang,” ujarnya.
AKP Gembong menjelaskan, setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan, muncul pengakuan yang mengarah pada dugaan pembunuhan.
MVDA kemudian dibawa ke Semarang untuk membantu menunjukkan lokasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.
“Setelah diamankan kemudian ada pengakuan dari pelaku, indikasinya pembunuhan, terus dibawa ke Semarang untuk mencari korbannya itu,” ungkapnya.
Dari lokasi turnamen voli, MVDA terlebih dahulu dibawa ke Polsek Banjarejo. Sebab mobil dari tim kepolisian Semarang ada yang dititipkan di Polsek Banjarejo.
Pihaknya tidak mengetahui secara detail materi pemeriksaan terhadap MVDA karena proses pemeriksaan dilakukan oleh tim dari Polres Semarang.
“Jadi kita sifatnya hanya mendampingi karena sebagian besar tim dari Semarang itu kan berpakaian preman. Jadi jangan sampai terjadi hal yang enggak diinginkan,” katanya.
Proses pengamanan MVDA di lapangan voli tersebut juga berlangsung lancar.
Menurut AKP Gembong, MVDA bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan saat diamankan.
“Enggak, enggak ada. Terduga pelaku kooperatif. Enggak ada perlawanan,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, warga Kabupaten Semarang, sejak 25 Juni 2025 mulai terungkap.
Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari penyelidikan panjang terhadap laporan orang hilang.
Dari hasil pemeriksaan terhadap MVDA, polisi mendapat informasi bahwa korban sempat terlibat cekcok dengannya di sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Pemeriksaan kemudian berkembang menjadi dugaan pembunuhan.
MVDA diduga menunjukkan lokasi tempat tubuh korban terakhir kali diletakkan, yakni di lereng kawasan Tol Jangli, Kota Semarang.
Polisi kemudian bergerak ke lokasi tersebut.
Pada Jumat (4/9/2026), petugas bersama tim Inafis Polrestabes Semarang dan tim SAR menyusuri lereng curam yang dipenuhi semak-semak.
Di lokasi tersebut, polisi menemukan satu kerangka manusia.
Kerangka tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. (red)