Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
NEWS

Mindfulness dalam secangkir teh: latihan hadir di tengah kesibukan

By LINGKARJATIM
Maret 10, 2026 4 Min Read
0


LINGKARJATIM, MEDAN –
Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh distraksi, praktik mindfulness kembali mendapat perhatian sebagai cara sederhana untuk menghadirkan ketenangan batin. Namun mindfulness tidak selalu harus dilakukan dalam keheningan meditasi yang formal. Bahkan kegiatan sederhana seperti menyeduh dan menikmati secangkir teh dapat menjadi latihan kesadaran yang mendalam.

Gagasan ini menjadi tema refleksi dalam kegiatan One Day Chan Meditation yang berlangsung pada Minggu (8/3/2026) di Vihara Dharma Wijaya. Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator meditasi Kurniady Halim dan diikuti oleh peserta yang ingin mengenal praktik meditasi Zen dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kurniady, banyak orang membayangkan meditasi sebagai aktivitas duduk diam yang terpisah dari kehidupan sehari-hari. Padahal dalam tradisi Zen, meditasi bukan sekadar soal posisi tubuh, melainkan kualitas kehadiran dalam setiap aktivitas.

“Mindfulness bukan hanya saat kita duduk bermeditasi. Bahkan menyeduh teh pun dapat menjadi meditasi yang hidup,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang benar-benar hadir dalam proses sederhana seperti membuat teh, pengalaman yang muncul dapat menjadi latihan batin yang mendalam.

Air dipanaskan perlahan. Daun teh diletakkan dengan hati-hati. Uap mulai naik membawa aroma lembut. Warna air berubah perlahan, seolah waktu ikut melambat. Tangan merasakan hangatnya cangkir, hidung menangkap wangi yang halus, dan bibir menyentuh cairan hangat yang mengalir perlahan ke dalam tubuh.

Jika semua itu dijalani dengan kesadaran penuh, proses sederhana tersebut berubah menjadi ruang jeda—sebuah ruang damai di tengah kesibukan.

“Bukan aktivitasnya yang istimewa, tetapi kehadiran kita di dalamnya,” kata Kurniady. “Ketika kita minum teh dengan sungguh-sungguh, kita tidak lagi terjebak dalam masa lalu atau dikejar masa depan. Kita kembali ke satu-satunya waktu yang nyata: saat ini.”


Ruang Damai dalam Kesederhanaan

Saat seseorang duduk dan menikmati teh dengan penuh kesadaran, tercipta ruang kecil di antara kesibukan. Ruang di antara pikiran-pikiran yang berlarian. Ruang di antara tuntutan dan tanggung jawab. Di ruang itulah seseorang dapat berhenti sejenak dan hanya hadir sebagai dirinya yang sedang bernapas. Kedamaian tidak muncul karena masalah hidup tiba-tiba menghilang. Dunia tetap bergerak seperti biasa. Namun seseorang berhenti melarikan diri dari momen yang sedang terjadi.

Sering kali hidup terasa berat karena kita menolak keadaan yang sedang ada. Kita ingin momen ini berbeda. Kita berharap keadaan segera berubah. Namun ketika kita mulai menyapa saat ini dengan lembut—bahkan melalui satu tegukan teh—penerimaan perlahan tumbuh dari dalam.

Dari penerimaan itulah ketenangan mulai berakar.


Meditasi dalam Setiap Aktivitas

Selain belajar meditasi duduk, peserta One Day Chan Meditation juga mempraktikkan berbagai bentuk meditasi lain yang membantu membawa kesadaran ke dalam aktivitas sehari-hari.

Peserta diajak melakukan meditasi jalan, yaitu berjalan perlahan dengan kesadaran penuh pada setiap langkah, merasakan sentuhan kaki dengan lantai serta irama napas yang menyatu dengan gerakan tubuh. Latihan ini mengajarkan bahwa bahkan langkah yang paling sederhana pun dapat menjadi pintu masuk menuju ketenangan batin.

Peserta juga mempraktikkan resting, yakni beristirahat dengan kesadaran penuh. Dalam praktik ini, tubuh diajak untuk benar-benar melepaskan ketegangan, sementara pikiran dilatih untuk tetap hadir tanpa harus mengendalikan atau mengejar apa pun. Istirahat tidak lagi sekadar berhenti dari aktivitas, tetapi menjadi ruang untuk memulihkan kejernihan batin.

Selain itu, terdapat pula meditasi makan, di mana peserta diajak menikmati makanan secara perlahan, penuh perhatian dan sebisa mungkin tanpa perlu memberikan penilaian. Setiap gigitan disadari, setiap rasa dihargai. Dalam praktik ini, makan tidak lagi menjadi kegiatan yang terburu-buru, melainkan kesempatan untuk merasakan hubungan kita dengan alam, dengan makanan yang memberi nutrisi, dan dengan tubuh yang menerimanya.

Melalui rangkaian latihan tersebut, peserta belajar bahwa meditasi tidak hanya terjadi di atas bantal meditasi, tetapi dapat hadir dalam berjalan, beristirahat, makan, hingga menikmati secangkir teh.


Mengenal Budaya Teh

Pada akhir sesi meditasi, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai dunia teh yang disampaikan oleh Varian Andrew, pemilik Tea Life Indonesia.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada sejarah panjang teh, berbagai jenis teh dari berbagai daerah, perbedaan karakter rasa, hingga cara memilih teh yang berkualitas baik.

Melalui pengalaman ini, peserta tidak hanya belajar meditasi, tetapi juga belajar menghargai kesederhanaan yang sering terlewat dalam kehidupan sehari-hari.


Meditasi Mingguan

Bagi masyarakat yang ingin mengenal atau memperdalam praktik meditasi mindfulness dan Chan (Zen), latihan meditasi terbuka untuk umum diadakan setiap minggu di Vihara Dharma Wijaya

Lantai 3 Setiap Minggu, pukul 09.00 WIB

Latihan ini terbuka bagi siapa saja—baik pemula maupun yang sudah berpengalaman—yang ingin belajar menghadirkan ketenangan batin di tengah kehidupan modern.

Melalui latihan sederhana seperti bernapas, duduk dengan hening, hingga menikmati secangkir teh dengan penuh kesadaran, meditasi mengingatkan bahwa kedamaian tidak selalu harus dicari jauh.(*)

Tags:

LIFE STYLE
Author

LINGKARJATIM

Follow Me
Other Articles
Previous

LSU Baseball vs. Sacramento State: Final Score & Full Recap

Next

Blaney Shuts Down Reddick’s Streak, Completes Penske’s Phoenix Sweep

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Situs Ini

Lingkarjatim.my.id merupakan portal informasi yang menghadirkan berita, cerita, dan berbagai topik menarik dari Jawa Timur hingga seantero Nusantara bahkan Sejagat Raya, dikemas secara informatif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Cari

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban

Temukan Kami

Alamat
Jl. Jend. Sudirman 8
Jakarta Pusat, Jakarta 10110

Jam Buka
Senin—Jumat: 09:00–17:00
Sabtu & Minggu: 11:00–15:00

Tentang Situs Ini

Ini bisa jadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan diri dan situs Anda, atau menuliskan daftar penghargaan.

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban
Copyright 2026 — LINGKARJATIM.MY.ID. All rights reserved.