Botol Kosong Jadi Kode Rahasia Relawan Temukan Pendaki Yasid di Mongkrang
Ringkasan Berita:
- Pendaki Yasid yang sudah hilang 3 minggu di Bukit Mongkrang akhirnya ditemukan
- Penemuan Yasid memunculkan istrilah ‘botol kosong’
- Relawan ungkap arti kode ‘botol kosong’ yang dipakai dalam penemuan Yasid
– Yasid Ahmad Firdaus (26) pendaki asal Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah yang sudah hilang tiga minggu di Bukit Mongkrang, Karanganyar akhirnya ditemukan.
Yasid dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) dan baru ditemukan Selasa (10/2/2026).
Penemuan Yasid ini disebut dengan kode ‘botol kosong’.
Istilah itu muncul di komentar netizen di beberapa unggahan media sosial.
Namun istilah ‘botol kosong’ ternyata bukan hanya istilah asal yang dibuat oleh netizen.
Aditya, salah satu tim SAR gabungan yang ikut dalam pencarian Yasid, mengungkapkan bahwa istilah penyebutan atau kode botol kosong memang sering digunakan oleh relawan.
Kode tersebut digunakan untuk mengistilahkan penemuan pendaki dengan kondisi sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.
“Itu kode saja penyebutannya,” ungkap Aditya melalui pesan singkat, Selasa (10/2/2026).
Lokasi Penemuan
Pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26) yang hilang lebih dari 20 hari di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Karanganyar, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) di kawasan Bukit Mitis.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi utuh di aliran sungai di sisi barat jalur utama pendakian Bukit Mongkrang.
Setelah dievakuasi dari lokasi, jenazah Yazid dibawa ke RSUD Karanganyar untuk penanganan lebih lanjut.
Awal pendakian dan hilangnya Yazid
Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) saat mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga rekannya, yakni Cahya, Salman, dan Riyan.
Keempat pendaki memulai pendakian sekitar pukul 06.30 WIB dan tiba di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.
Setelah beristirahat, rombongan memutuskan turun kembali menuju basecamp.
Namun, saat perjalanan turun, mereka terpisah di sekitar Pos 3 jalur pendakian.
Hingga pukul 11.30 WIB, hanya tiga orang yang kembali ke basecamp, sementara Yazid tidak kunjung turun.
Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas basecamp setelah upaya pencarian mandiri oleh rekan-rekannya tidak membuahkan hasil.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menjelaskan bahwa rombongan terpisah dengan formasi Salman di depan, disusul Cahya, Yazid, dan Riyan di posisi paling belakang.
Salman dan Cahya menunggu di
basecamp
, sedangkan yang tiba hanya Riyan, sehingga keberadaan Yazid langsung dilaporkan.
Operasi pencarian SAR

Petugas
basecamp
sempat melakukan pencarian hingga ke puncak pada Minggu sore, tetapi tidak menemukan korban.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga malam hari dengan membagi tim ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Operasi pencarian dan pertolongan resmi dimulai pada Senin (19/1/2026) dengan melibatkan tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.
Selama 13 hari pencarian, tim SAR menyisir jalur pendakian dari puncak hingga area loket masuk.
Penyisiran juga dilakukan ke jurang-jurang di sekitar Pos 3 dengan kedalaman lebih dari 200 meter.
Rescuer Basarnas Surakarta Aditya menyebut tim menghadapi cuaca ekstrem berupa badai selama tiga hari berturut-turut di kawasan Bukit Mongkrang.
Ia mengaku sempat menemukan sejumlah barang yang dicurigai milik korban, seperti jaket dan tempat makan.
Namun, setelah dilakukan konfirmasi, barang-barang tersebut dipastikan bukan milik Yazid.
Menurut Aditya, tidak ditemukan tanda-tanda yang biasanya muncul pada kasus pendaki jatuh ke jurang.
“Kalau pun dia jatuh ke jurang biasanya meninggalkan jejak seperti potongan pakaian atau pun sepatu,” kata Aditya.
Pada Rabu (21/1/2026), sekitar 500 personel SAR gabungan dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Meski melibatkan ratusan personel dan berbagai metode penyisiran, keberadaan Yazid tetap tidak ditemukan.
Ditemukan utuh di Bukit Mitis

Lebih dari 20 hari setelah dinyatakan hilang, jasad Yazid akhirnya ditemukan di kawasan Bukit Mitis pada Selasa (10/2/2026).
Kawasan Bukit Mitis adalah sebuah area yang terletak di sebelah barat jalur utama pendakian Bukit Mongkrang.
Informasi penemuan pertama kali diterima dari komunitas pendaki Wanadri Bandung yang berada di sekitar jalur Tapak Nogo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar bersama Basarnas segera berkoordinasi untuk proses evakuasi korban dari lokasi yang memiliki medan terjal.
Penemuan tersebut mengakhiri pencarian panjang yang sebelumnya dihentikan secara resmi karena tidak ditemukan satu pun jejak keberadaan korban.
Hendro Prayitno menyebutkan kondisi jasad korban masih utuh saat ditemukan di aliran sungai.
“Betul, Yazid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus,” jelasnya.
Jenazah Yazid dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi dari lokasi selesai dilakukan.
Artikel dari TribunSolo.com dan KOMPAS.com