Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
NEWS

Anak Kedua Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Profil Mojtaba Khamenei

By LINGKARJATIM
Maret 11, 2026 4 Min Read
0



-Pemimpin Tertinggi Iran pengganti Ayatollah Ali Khamenei telah terpilih, yakni anak kedua Khaemeni Mojtaba Khamenei.

Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 lalu.

Kabar kepemimpinan tersebut dikonfirmasi media resmi Iran, Tasnimnews.ir, pada Minggu (8/3/2026).

Mojtaba Khamenei kini tercatat sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga dalam sejarah modern Republik Islam Iran.

Keputusan oleh Majelis Pakar Iran diambil tepat sembilan hari setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang Teheran.

Serangan militer tersebut dilaporkan menjadi penyebab kematian Ayatollah Ali Khamenei di ibu kota Iran.

Dilansir dari Aljazeera, sosok Mojtaba Khamenei selama ini dikenal sangat tertutup dari panggung politik praktis.

Ia tercatat tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum di Iran.

Meski demikian, selama beberapa dekade terakhir, ia menjadi tokoh paling berpengaruh di lingkaran dalam kepemimpinan tertinggi.

Mojtaba dikenal memiliki hubungan yang sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kekuatan militer elit Iran.

Kedekatannya dengan IRGC membuat namanya sering disebut-sebut sebagai calon tunggal pengganti ayahnya.

Profil Mojtaba Khamenei

Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei merupakan ulama asal Iran.

Ia adalah putra kedua dari Ali Khamenei.

Mojtaba Khamenei lahir di kota Mashhad,Iran pada 8 September 1969.

Nama Mojtaba Khamenei menjadi sorotan ketika kerusuhan terjadi dalam unjuk rasa yang terjadi dalam sengketa pemilihan umum Presiden Iran 2019. Ia diyakini bertanggungjawab atas kerusuhan itu.

Ia disebut-sebut pernah mengambil alih kendali Basij yang digunakan untuk menekan protes atas pemilihan presiden 2009.


Perjalan Karir Mojtaba Khamenei

Ia menerima pendidikan awal di Sardasht dan Mahabad  dan lulus SMA dari Teheran.

Setelah itu, ia mempelajari teologi Islam di bawah bimbingan ayahnya dan Mahmoud Hashemi Shahroudi.

Ia bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada tahun 1987 dan bertugas dalam Perang Iran-Irak.

Pada tahun 1999, ia melanjutkan studinya di Qom untuk menjadi seorang ulama, dan kemudian bergabung dengan Seminari Qom sebagai guru teologi.


Status Keulamaan Mojtaba

Dari sisi keagamaan, Mojtaba Khamenei saat ini menyandang gelar hojatoleslam, yaitu tingkat ulama menengah dalam hierarki ulama Syiah.

Status ini sempat menimbulkan perdebatan karena posisi pemimpin tertinggi Iran biasanya dipegang oleh ulama dengan gelar ayatollah yang lebih tinggi.

Mojtaba Khamenei sendiri jarang tampil di depan publik dan hampir tidak pernah memberikan pidato politik atau khutbah terbuka.

Bahkan banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar langsung suaranya meski namanya sering disebut dalam lingkaran kekuasaan.

Keluarga

Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel.

Zahra merupakan putri dari Gholam-Ali Haddad-Adel, seorang politikus konservatif Iran dan mantan Ketua Parlemen.

Keduanya dilaporkan menikah pada tahun 2004.

Zahra dilaporkan tewas pada tahun 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.

Pasangan ini dilaporkan memiliki tiga anak, meskipun tidak banyak detail yang tersedia mengenai anak-anak tersebut.

Mojtaba Selamat dari Serangan AS-Israel

Pekan lalu, Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan udara AS dan Israel.

Informasi tersebut disampaikan dua sumber Iran kepada Reuters pada Rabu (4/3/2026).

Menurut sumber tersebut, Mojtaba selama ini dipandang oleh kalangan penguasa Iran sebagai salah satu kandidat penerus ayahnya.

Salah satu sumber Iran mengatakan, Mojtaba tidak berada di ibu kota ketika serangan terjadi.

“Dia (Mojtaba) masih hidup. Dia tidak di Teheran ketika Pemimpin Tertinggi terbunuh,” kata sumber tersebut.

Tidak Dipilih Langsung oleh Rakyat

Dikutip dari Al Jazeera, pemimpin tertinggi Iran tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh sebuah badan khusus bernama Majelis Ahli.

Badan ini terdiri dari 88 ulama senior yang dipilih oleh publik setiap delapan tahun sekali.

Namun, proses ini memiliki mekanisme yang ketat. Setiap kandidat yang ingin menjadi anggota Majelis Ahli harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan dan mendapatkan persetujuan dari Dewan Penjaga.

Dewan ini merupakan badan pengawas yang sebagian anggotanya ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi.

Apabila jabatan Pemimpin Tertinggi kosong karena kematian atau pengunduran diri, Majelis Ahli akan segera berkumpul untuk menentukan pengganti melalui proses pemungutan suara sederhana.

Proses pemilihan sederhana sudah cukup untuk menunjuk pemimpin tertinggi yang baru.

Sesuai dengan konstitusi Iran, kandidat harus seorang ahli hukum senior dengan pengetahuan mendalam tentang yurisprudensi dalam Islam Syiah, serta memiliki kualitas seperti penilaian politik, keberanian, dan kemampuan administrasi.

Sebelumnya, hanya ada satu kali peralihan kekuasaan di jabatan pemimpin tertinggi Iran, yaitu ketika Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam, meninggal dunia pada usia 86 tahun pada tahun 1989.


Pemilihan dilakukan hati-hati

Mohammad Mehdi Mirbagheri, anggota Majelis Pakar, menyebut proses penunjukan ini telah dilakukan dengan sangat hati-hati.

Hal tersebut diambil guna mencegah terjadinya perpecahan atau penolakan di internal pemerintahan Iran.

Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang tersebut mengklaim telah mencapai suara mayoritas yang signifikan.

Hal itu dipertegas oleh pernyataan Ahmad Alamolhoda, tokoh ultra-konservatif dari kota suci Mashhad, pada Minggu sore.

“Suatu pendapat yang hampir pasti telah tercapai. Mayoritas yang signifikan telah terbentuk,” kata kepala Akademi Ilmu Islam Qom dalam sebuah video yang dirilis pada hari Minggu oleh kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sementara itu, Pemimpin Muslim ultra-konservatif terkemuka yang mewakili kota suci Syiah Mashhad di Majelis Pakar, Ahmad Alamolhoda, mengatakan pada Minggu (8/3/2026) pemimpin telah dipilih dan sekretariat Majelis Pakar harus segera mengumumkan hasilnya.

“Pemilihan pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah ditentukan. Semua rumor bahwa Majelis Pakar belum mengambil keputusan adalah kebohongan belaka. Semuanya sekarang bergantung pada sekretaris Majelis Pakar, Ayatollah Hosseini Bushehri, yang berkewajiban untuk mengumumkan keputusan Majelis kepada publik,” ujar Ahmad Alamolhoda.

Badan yang beranggotakan 88 orang tersebut memiliki wewenang untuk menunjuk pemimpin baru Iran.

Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran, apabila pemimpin tertinggi Iran wafat atau tak lagi mampu memimpin, para ahli harus menunjuk pemimpin baru sesegera mungkin.

Trump: Tak Akan Bertahan Lama

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun memberikan respons soal langkah Iran yang akan segera mengumumkan pemimpin tertinggi baru.

Trump berjanji akan memberikan pengaruh atas siapa yang dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya.

“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump.

“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” lanjut Trump.

Trump menambahkan bahwa dia tidak ingin pemerintahan Iran ke depan kembali ke masa lalu.

“Saya tidak ingin orang-orang harus kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.

Sumber: Tribunnews/Bangkapos

Tags:

POLITIK | PEMERINTAHAN
Author

LINGKARJATIM

Follow Me
Other Articles
Previous

Gillian Anderson, 57, Stuns with Timeless Style on the Runway

Next

Walmart’s Chic Denim Jackets Start at Just $17

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Situs Ini

Lingkarjatim.my.id merupakan portal informasi yang menghadirkan berita, cerita, dan berbagai topik menarik dari Jawa Timur hingga seantero Nusantara bahkan Sejagat Raya, dikemas secara informatif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Cari

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban

Temukan Kami

Alamat
Jl. Jend. Sudirman 8
Jakarta Pusat, Jakarta 10110

Jam Buka
Senin—Jumat: 09:00–17:00
Sabtu & Minggu: 11:00–15:00

Tentang Situs Ini

Ini bisa jadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan diri dan situs Anda, atau menuliskan daftar penghargaan.

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban
Copyright 2026 — LINGKARJATIM.MY.ID. All rights reserved.