Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
NEWS

Industri petrokimia dan perbankan perluas akses keuangan rantai bisnis

By LINGKARJATIM
September 15, 2026 4 Min Read
0


Ringkasan Berita:

  • Bank Mandiri akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Chandra Asri dan Bank Mandiri akan mengoptimalkan pemanfaatan layanan sesuai dengan perkembangan kebutuhan mitra usaha.
  • Industri petrokimia Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan

JAKARTA – Kebutuhan terhadap bahan baku petrokimia terus mengikuti pertumbuhan berbagai sektor manufaktur, mulai dari plastik, kemasan, tekstil, otomotif, elektronik hingga farmasi.

Karena itu, kelancaran rantai pasok industri petrokimia tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha melakukan transaksi dan memperoleh dukungan pembiayaan secara efisien.

Kondisi tersebut mendorong PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk memperkuat layanan transaksi dan dukungan finansial bagi mitra usaha di dalam ekosistem Chandra Asri Group.

Kerja sama tersebut mencakup penyediaan fasilitas penerimaan pembayaran, layanan transaksi perbankan, serta dukungan finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra pelanggan Chandra Asri Group.

Bagi industri petrokimia, dukungan tersebut menjadi penting karena karakter bisnisnya memiliki rantai yang panjang. Produk yang dihasilkan industri petrokimia di sektor hulu kemudian menjadi bahan baku bagi industri antara dan hilir yang menghasilkan berbagai produk yang digunakan masyarakat maupun sektor industri.

Direktur Polymer Sales PT Chandra Asri Pacific, Raymond Budhin mengatakan dukungan terhadap pelanggan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan produk.

Menurut dia, kelancaran bisnis juga membutuhkan ekosistem usaha yang mampu menopang transaksi dan kegiatan operasional para pelaku industri.

“Sebagai bagian penting dari rantai nilai petrokimia Indonesia, kami melihat bahwa dukungan terhadap pelanggan tidak hanya berhenti pada penyediaan produk, tetapi juga bagaimana kami dapat membantu ekosistem usaha yang mendukung kelancaran bisnis mereka,” ujar Raymond dalam keterangan tertulis, Jakarta, dikutip Selasa (15/9/2026).

Raymond berharap kolaborasi dengan Bank Mandiri dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mempererat hubungan bisnis, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas di industri petrokimia Indonesia.

Menurut dia, kerja sama tersebut relevan dengan kebutuhan industri karena transaksi antara produsen bahan baku dan pelanggan dari berbagai sektor manufaktur ikut menentukan kelancaran aktivitas di sepanjang rantai nilai.


Petrokimia, “Industri dari Segala Industri”

Industri petrokimia memiliki posisi strategis dalam struktur manufaktur karena menghasilkan bahan baku dasar yang kemudian diolah menjadi berbagai produk turunan.

Pemerintah bahkan menyebut sektor kimia hulu sebagai industry of industries karena menjadi salah satu fondasi industrialisasi modern. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat setidaknya 6.000 jenis produk hilir di Indonesia bergantung pada pasokan industri petrokimia dasar, termasuk untuk sektor otomotif, pupuk, farmasi, elektronik, tekstil, dan serat sintetis.

Artinya, ketika pasokan atau harga bahan baku petrokimia terganggu, dampaknya dapat merambat ke berbagai industri lain.

Posisi tersebut juga membuat penguatan industri petrokimia menjadi bagian penting dari agenda pemerintah untuk memperkuat struktur manufaktur nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Indonesia sendiri masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan domestik dan kapasitas produksi sejumlah produk petrokimia. Data Kementerian Perindustrian yang dikutip pemerintah menunjukkan impor produk petrokimia pada 2023 mencapai sekitar 8,5 juta ton, meningkat dari 7,75 juta ton pada tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang pengembangan industri petrokimia di dalam negeri masih besar, terutama melalui peningkatan kapasitas produksi dan pembangunan rantai industri yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Investasi Petrokimia Mulai Diperkuat

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong masuknya investasi baru untuk memperkuat kapasitas industri petrokimia nasional.

Salah satu proyek besar adalah kompleks petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten. Investasi proyek tersebut mencapai sekitar 3,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp62 triliun dan diarahkan untuk memperkuat industri petrokimia hilir serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Pemerintah menilai peningkatan kapasitas produksi dalam negeri bukan hanya penting untuk memenuhi kebutuhan industri domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok petrokimia kawasan Asia-Pasifik. Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong investasi petrokimia di kawasan industri baru.

Pada 2025, misalnya, pemerintah menandatangani komitmen investasi dengan PT Taikun Petro Chemical untuk proyek pengilangan dan petrokimia terintegrasi di Kalimantan Utara senilai sekitar 5,948 miliar dollar AS. Proyek tersebut ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah 10 juta ton per tahun dan diharapkan ikut mengurangi impor BBM maupun petrokimia.


Tantangan Industri Masih Besar

Meski investasi terus masuk, industri petrokimia Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku, biaya produksi, kapasitas produksi, serta daya saing terhadap produk impor.

Pemerintah bahkan memberikan insentif tarif bea masuk 0 persen untuk impor LPG yang digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia selama enam bulan pada 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya bahan baku sehingga industri dapat menjaga efisiensi, kapasitas produksi, dan daya saing.

Dalam konteks tersebut, dukungan sektor perbankan menjadi bagian lain dari ekosistem yang dibutuhkan industri. Pembiayaan dan layanan transaksi yang sesuai dengan karakteristik bisnis dapat membantu perusahaan menjaga arus pembayaran, memperlancar hubungan dengan pelanggan, dan membuka ruang ekspansi.


Bank Mandiri Perkuat Dukungan Keuangan

Senior Executive Vice President Corporate Banking 1 Bank Mandiri, Eny Kurniasih M. Mukarromah, mengatakan kerja sama dengan Chandra Asri merupakan langkah untuk mendekatkan layanan keuangan kepada pelaku usaha yang berada dalam ekosistem perusahaan.

Bank Mandiri, kata Eny, akan memanfaatkan kapabilitas dan jaringan yang dimiliki untuk memberikan layanan sesuai karakteristik usaha Chandra Asri Group.

“Melalui sinergi yang terintegrasi, kami ingin membantu pelaku usaha menjaga kelancaran operasional dan membuka ruang pertumbuhan yang sehat. Konektivitas antara sektor industri dan keuangan juga dapat memperkuat daya saing serta menciptakan keunggulan berkelanjutan bagi industri nasional,” ujar Eny.

Ia menambahkan, Bank Mandiri akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Chandra Asri dan Bank Mandiri akan mengoptimalkan pemanfaatan layanan sesuai dengan perkembangan kebutuhan mitra usaha.

Kerja sama tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua perusahaan, tetapi juga memperkuat konektivitas antara industri petrokimia dan sektor keuangan.

Dengan rantai petrokimia yang terhubung dengan ribuan produk dan berbagai sektor manufaktur, penguatan ekosistem tersebut memiliki arti lebih luas: menjaga kelancaran pasokan bahan baku, mendukung aktivitas industri hilir, membuka peluang investasi, dan secara bertahap memperkuat kemandirian industri nasional.

Author

LINGKARJATIM

Follow Me
Other Articles
Previous

Diramaikan 5 merek baru, GIIAS Bandung 2026 sukses jadi magnet masyarakat

Next

Setelah Festiva super tipis, YouTuber membuat versi selebar dua mobil

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Situs Ini

Lingkarjatim.my.id merupakan portal informasi yang menghadirkan berita, cerita, dan berbagai topik menarik dari Jawa Timur hingga seantero Nusantara bahkan Sejagat Raya, dikemas secara informatif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Cari

Pos Terkini

  • Prediksi skor Monchengladbach vs Hoffenheim: Kevin Diks starter, Die Fohlen raih kemenangan perdana
  • 10 Ungkapan Jujur yang Sering Diucapkan Orang Brilian saat Dikelilingi Orang-orang yang Tidak Sepemi
  • Pengamat hukum pidana minta Komjak ikut awasi kinerja jaksa di sidang eks Jampidsus
  • Indah Permatasari hamil anak kedua, bagikan momen haru Arie Kriting saat diberi testpack
  • Ramalan zodiak Aquarius Minggu, 18 Oktober 2026: mulai dari cinta, keuangan, karier, dan kesehatan

Temukan Kami

Alamat
Jl. Jend. Sudirman 8
Jakarta Pusat, Jakarta 10110

Jam Buka
Senin—Jumat: 09:00–17:00
Sabtu & Minggu: 11:00–15:00

Tentang Situs Ini

Ini bisa jadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan diri dan situs Anda, atau menuliskan daftar penghargaan.

Pos Terkini

  • Prediksi skor Monchengladbach vs Hoffenheim: Kevin Diks starter, Die Fohlen raih kemenangan perdana
  • 10 Ungkapan Jujur yang Sering Diucapkan Orang Brilian saat Dikelilingi Orang-orang yang Tidak Sepemi
  • Pengamat hukum pidana minta Komjak ikut awasi kinerja jaksa di sidang eks Jampidsus
  • Indah Permatasari hamil anak kedua, bagikan momen haru Arie Kriting saat diberi testpack
  • Ramalan zodiak Aquarius Minggu, 18 Oktober 2026: mulai dari cinta, keuangan, karier, dan kesehatan
Copyright 2026 — LINGKARJATIM.MY.ID. All rights reserved.