Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
NEWS

3 Berita Populer Sumbar: Anak Beruang, Toko Sekolah Ramai, Ghifari Gabung Timnas

By LINGKARJATIM
Juli 12, 2026 7 Min Read
0

Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat dirangkum dalam berita populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di .

Pertama, Pemerintah Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun setelah seekor anak beruang madu ditemukan terjerat tali nilon, Sabtu (11/7/2026).

Imbauan itu disampaikan menyusul dugaan bahwa induk beruang masih berada di sekitar lokasi penemuan anak beruang tersebut.

Kedua, toko-toko perlengkapan sekolah di Pasar Pusat Padang Panjang mulai dipadati pembeli menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Masyarakat mulai berburu berbagai kebutuhan sekolah. Alat tulis menjadi produk yang paling banyak dicari.

Ketiga, bek muda binaan Elite Pro Academy (EPA), Ghifari Azhari, mendapat panggilan mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-20.

Manajemen Kabau Sirah menyambut positif pemanggilan tersebut dan berharap Ghifari mampu memanfaatkan kesempatan itu untuk menembus skuad Garuda Muda.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Anak Beruang Dievakuasi di Lubuk Sikaping Pasaman, Warga Dengar Suara Induknya Saat Malam Hari

Pemerintah Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun setelah seekor anak beruang madu ditemukan terjerat tali nilon, Sabtu (11/7/2026).

Imbauan itu disampaikan menyusul dugaan bahwa induk beruang masih berada di sekitar lokasi penemuan anak beruang tersebut.

Wali Nagari Sundata Selatan, Masdiman, mengatakan informasi dari masyarakat menyebutkan anak beruang yang dievakuasi kemungkinan tidak sendirian.

Warga mengaku masih mendengar suara beruang dari kawasan perkebunan pada malam sebelum proses evakuasi dilakukan.

“Kabarnya ada dua beruang. Yang terjerat tadi anaknya, kemungkinan induknya masih ada. Karena cerita warga tadi malam masih mendengar suara-suara,” kata Masdiman kepada .

Warga Diminta Berhati-hati ke Kebun

Masdiman meminta masyarakat yang beraktivitas di kebun sawit, karet, maupun kebun campuran agar lebih berhati-hati hingga kondisi dipastikan aman.

Menurutnya, kemunculan anak beruang di dekat kebun warga dikhawatirkan berkaitan dengan keberadaan induknya yang masih mencari anaknya di sekitar lokasi.

“Kami mengimbau warga agar berhati-hati kalau ke kebun, selalu waspada dan memperhatikan keadaan sekitar. Beruang ini berbeda dengan hewan lain karena merupakan satwa yang dilindungi,” ujarnya.

Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan masyarakat sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Meski berdasarkan cerita warga kemunculan beruang di kawasan itu pernah terjadi sebelumnya, baru kali ini satwa liar tersebut ditemukan mendekati area perkebunan yang tidak jauh dari permukiman.

“Kalau dari cerita masyarakat ini bukan yang pertama kalinya. Tapi saya baru mendapat informasi sekitar pukul 09.00 WIB sampai 10.00 WIB tadi,” katanya.

Masdiman menyebut lokasi penemuan berada di kawasan perkebunan sawit yang berbatasan dengan kebun karet, kopi, dan manggis milik warga.

Ia menduga keberadaan perkebunan sawit menjadi salah satu faktor yang menarik satwa liar datang ke kawasan tersebut, meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

“Selama ini tidak ada. Saya juga punya ladang. Baru kali ini beruang mendekati permukiman warga. Umur saya sudah 51 tahun, baru sekarang ada kejadian seperti ini,” ujarnya.

Jerat Diduga Dipasang Orang Luar

Terkait tali nilon yang menjerat kaki anak beruang, Masdiman mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, jerat tersebut diduga dipasang oleh orang dari luar Nagari Sundata Selatan.

Menurutnya, dugaan itu diperoleh dari keterangan warga yang mengetahui aktivitas orang tersebut di sekitar perkebunan.

“Sudah kami konfirmasi ke masyarakat. Yang memasang jerat bukan warga nagari kami. Kemungkinan orang luar yang tinggal di dekat perkebunan. Warga yang punya kebun mengetahui hal itu,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah nagari telah meminta pemilik kebun yang mengetahui pemasangan jerat untuk datang ke lokasi, namun yang bersangkutan tidak hadir.

Masdiman juga mengaku sempat mendapat teguran dari petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat terkait keberadaan jerat tersebut.

“Saya sempat dimarahi pihak BKSDA soal jerat itu. Saya terima saja. Tapi kami jelaskan bahwa baru mengetahui kejadian ini dan kami tegaskan jerat itu bukan dipasang warga nagari kami,” ujarnya.

Pascakejadian itu, Pemerintah Nagari Sundata Selatan berencana memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan memasang jerat karena dapat membahayakan satwa liar yang dilindungi.


Anak Beruang Madu Ditemukan Terjerat di Pasaman

Sebelumnya, seekor anak beruang madu (

Helarctos malayanus

) dievakuasi petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat setelah ditemukan terjerat tali nilon di kawasan kebun karet dan sawit di Jorong Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sabtu (11/7/2026).

Satwa liar dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi kaki depan sebelah kiri membengkak akibat lilitan tali nilon yang mengikat kakinya.

Kepala Resort BKSDA Pasaman, Edi Susilo, mengatakan laporan dari masyarakat diterima sekitar pukul 09.30 WIB.

Tidak lama berselang, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.

Terjerat Nilon Tali Kambing

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati seekor anak beruang madu betina berusia sekitar satu tahun masih terjerat tali nilon yang biasa digunakan sebagai tali kambing.

Karena kondisi satwa masih agresif, tim memutuskan melakukan pembiusan menggunakan senapan dan sumpit bius agar proses penyelamatan berjalan aman.

“Anak beruang ditemukan dengan kaki depan kiri mengalami pembengkakan akibat terjerat tali nilon,” kata Edi.

Setelah obat bius bekerja, petugas mengevakuasi satwa menggunakan jaring menuju kandang transpor atau kandang jebak milik BKSDA.

Lokasi penemuan anak beruang itu berada cukup dekat dengan permukiman warga, hanya sekitar 50 meter dari rumah penduduk.

Meski sempat melakukan perlawanan saat akan dievakuasi, proses penyelamatan akhirnya selesai sekitar pukul 10.30 WIB.

Selanjutnya, anak beruang tersebut dibawa ke Kantor BKSDA Lubuk Sikaping untuk menjalani observasi, pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta perawatan lebih lanjut.

BKSDA Tegaskan Larangan Penggunaan Jerat

Kasus terjeratnya anak beruang madu ini kembali menjadi pengingat bahaya pemasangan jerat terhadap satwa liar.

BKSDA Sumatera Barat sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang pelarangan penggunaan jerat berbahan sling atau kawat baja yang selama ini dikenal masyarakat sebagai “Jerat Rattus Pasaman” atau “Jerat Babi Pasaman”.

Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, mengatakan penggunaan jerat tersebut dinilai sangat berbahaya karena bersifat tidak selektif.

Jerat yang dipasang untuk menangkap babi hutan juga berpotensi melukai bahkan membunuh satwa dilindungi yang melintas.

“Jerat ini tidak hanya mengenai babi hutan, tetapi juga dapat melukai bahkan membunuh satwa dilindungi seperti Harimau Sumatra, Beruang Madu, dan satwa liar lainnya. Karena itu penggunaannya harus dihentikan,” ujar Hartono.

Dilarang Membuat, Memasang hingga Memperjualbelikan Jerat

Larangan itu mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Peraturan Menteri LHK Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Melalui surat edaran tersebut, BKSDA melarang masyarakat membuat, memasang, memiliki, memperjualbelikan maupun menggunakan jerat berbahan sling atau kawat baja untuk menangkap satwa liar.

Larangan juga berlaku di kawasan hutan, kebun, lahan pertanian, wilayah penyangga habitat satwa liar, jalur lintasan satwa, kawasan konservasi, hingga habitat Harimau Sumatra dan satwa dilindungi lainnya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membiarkan jerat aktif tetap terpasang karena berpotensi melukai satwa liar yang melintas.

Pelanggar Terancam Sanksi Pidana

Hartono menegaskan, penggunaan jerat yang mengakibatkan satwa dilindungi terluka atau mati dapat diproses secara hukum.

Sesuai Pasal 21 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, setiap orang dilarang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut maupun memperdagangkan satwa dilindungi.

“Jika ditemukan pelanggaran yang menyebabkan kematian atau luka pada satwa dilindungi, pelaku dapat dikenakan sanksi pidana, denda, penyitaan alat, penghentian kegiatan, maupun sanksi administratif lainnya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Hartono.

2. Tahun Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah di Pasar Pusat Padang Panjang Dipadati Pembeli

Toko-toko perlengkapan sekolah di Pasar Pusat Padang Panjang mulai dipadati pembeli menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Masyarakat mulai berburu berbagai kebutuhan sekolah. Alat tulis menjadi produk yang paling banyak dicari.

Lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak H-3 dan diperkirakan terus meningkat hingga H-1 menjelang hari pertama masuk sekolah pada 13 Juli 2026.

Momentum tahun ajaran baru ini menjadi periode penjualan tertinggi bagi para pedagang karena banyak siswa baru maupun siswa yang naik kelas membutuhkan perlengkapan sekolah.

Pemilik salah satu toko alat tulis, Ebi, mengatakan tren pembelian tahun ini didominasi alat tulis bergambar atau berkarakter yang digemari siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMA.

“Alat tulis dengan gambar atau karakter tertentu paling banyak dicari anak-anak. Sebagian besar pembeli adalah orang tua yang datang untuk melengkapi kebutuhan sekolah putra-putri mereka,” ujarnya dikutip dari Kominfo Padang Panjang, Minggu (12/7/2026).

Ia menyebutkan, pembeli tidak hanya berasal dari Padang Panjang, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar, seperti Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Tingginya permintaan tersebut telah diantisipasi dengan menambah stok barang sejak dua bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Meski demikian, para pedagang mengakui terjadi kenaikan harga pada sejumlah produk alat tulis akibat penyesuaian harga dari distributor.

Selain alat tulis, penjualan seragam dan sepatu sekolah juga mengalami peningkatan seiring tingginya kebutuhan masyarakat menjelang masuk sekolah.

Salah seorang pembeli, Kiky, mengaku harga seragam sekolah tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Harga seragam sekolah tahun ini lebih meningkat daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Para pedagang berharap tingginya aktivitas belanja menjelang tahun ajaran baru dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak positif terhadap omzet usaha sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat di Padang Panjang.

3. Ghifari Azhari Dipanggil Seleksi Timnas U-20, Semen Padang FC Beri Dukungan Penuh dan Doakan Lolos

Kabar membanggakan datang dari klub Semen Padang FC.

Bek muda binaan Elite Pro Academy (EPA), Ghifari Azhari, mendapat panggilan mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-20.

Manajemen Kabau Sirah menyambut positif pemanggilan tersebut dan berharap Ghifari mampu memanfaatkan kesempatan itu untuk menembus skuad Garuda Muda.

Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengatakan seluruh jajaran manajemen memberikan dukungan penuh kepada pemain berusia 18 tahun tersebut selama mengikuti proses seleksi.

“Manajemen Semen Padang FC tentu mendukung penuh terkait pemanggilan ini. Pemain EPA kita dipanggil mengikuti seleksi Timnas U-20. Kita doakan Ghifari lolos dan terpilih menjadi pemain Timnas Indonesia U-20,” kata Braditi Moulevey kepada , Minggu (12/7/2026).

Braditi menyebut, Ghifari menjadi satu-satunya pemain binaan Elite Pro Academy Semen Padang FC yang mendapat kesempatan mengikuti seleksi Timnas U-20.

“Sementara pemain EPA kita yang dipanggil itu adalah Ghifari,” ujarnya.

Pemanggilan tersebut juga diumumkan melalui akun media sosial resmi Semen Padang FC dengan unggahan bertuliskan, “Dari Kabau Sirah ke Garuda. Buat kami bangga bersama tim nasional @ghifazz_.”

Bagi Semen Padang FC, pemanggilan Ghifari menjadi bukti bahwa pembinaan pemain muda yang dilakukan klub mulai menunjukkan hasil.

Kesempatan mengikuti seleksi Timnas U-20 diharapkan menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda lainnya untuk terus berkembang dan menembus level yang lebih tinggi.

Ghifari Azhari merupakan bek kanan muda yang dipromosikan ke tim senior Semen Padang FC pada putaran kedua musim lalu.

Ia pertama kali mendapat kesempatan tampil di bawah asuhan pelatih Dejan Antonic sebelum menjalani debut bersama tim utama ketika ditangani Imran Nahumarury saat menghadapi Persebaya FC.

Pemain kelahiran 15 September 2007 itu resmi bergabung dengan tim senior Semen Padang FC pada 22 Januari 2026.

Selain dikenal sebagai bek kanan, Ghifari juga menjadi salah satu talenta muda yang diproyeksikan menjadi bagian penting Kabau Sirah pada musim-musim mendatang.

Pemanggilan ke seleksi Timnas U-20 menjadi langkah besar dalam perjalanan kariernya.

Jika berhasil lolos seleksi, Ghifari berpeluang memperkuat Garuda Muda pada agenda internasional yang akan datang sekaligus menambah daftar pemain Semen Padang FC yang mampu menembus tim nasional Indonesia.

Tags:

NEWS
Author

LINGKARJATIM

Follow Me
Other Articles
Previous

Sri Wahyuni Apresiasi Putusan MK, Minta Implementasi Sekolah Gratis Disiapkan Secara Komprehensif

Next

X-Ray Portabel Hadir di Puskesmas, Langkah Kemenkes Tekan Kasus TB

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Situs Ini

Lingkarjatim.my.id merupakan portal informasi yang menghadirkan berita, cerita, dan berbagai topik menarik dari Jawa Timur hingga seantero Nusantara bahkan Sejagat Raya, dikemas secara informatif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Cari

Pos Terkini

  • Reses DPRD Jatim di Tuban, Sri Wahyuni Dorong Percepatan Infrastruktur dan Penguatan Sektor Pertanian
  • Dari Kekeringan hingga Jalan Rusak, Ini Deretan Aspirasi Warga Bojonegoro ke Sri Wahyuni
  • Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Kawal Aspirasi Warga Sambiroto Bojonegoro
  • Siswi SMAN 1 Bubulan Bojonegoro Juara Nasional Robot, Wakil Ketua DPRD Jatim Beri Apresiasi
  • Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Salurkan Bantuan Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman.

Temukan Kami

Alamat
Jl. Jend. Sudirman 8
Jakarta Pusat, Jakarta 10110

Jam Buka
Senin—Jumat: 09:00–17:00
Sabtu & Minggu: 11:00–15:00

Tentang Situs Ini

Ini bisa jadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan diri dan situs Anda, atau menuliskan daftar penghargaan.

Pos Terkini

  • Reses DPRD Jatim di Tuban, Sri Wahyuni Dorong Percepatan Infrastruktur dan Penguatan Sektor Pertanian
  • Dari Kekeringan hingga Jalan Rusak, Ini Deretan Aspirasi Warga Bojonegoro ke Sri Wahyuni
  • Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Kawal Aspirasi Warga Sambiroto Bojonegoro
  • Siswi SMAN 1 Bubulan Bojonegoro Juara Nasional Robot, Wakil Ketua DPRD Jatim Beri Apresiasi
  • Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Salurkan Bantuan Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman.
Copyright 2026 — LINGKARJATIM.MY.ID. All rights reserved.