Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

LINGKARJATIM.MY.ID LINGKARJATIM.MY.ID

Akurat, Berimbang, Terpercaya

  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
  • HOME
  • PERISTIWA | HUKUM
  • PENDIDIKAN | KESEHATAN
  • POLITIK | PEMERINTAHAN
  • SOSIAL | BUDAYA
  • ENTERTAINMENT
  • LIFE STYLE
  • NEWS
  • KONTAK
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
NEWS

11 Hal yang Dulu Umum, Kini Jadi Simbol Kemapanan Hanya untuk Orang Kaya

By LINGKARJATIM
Februari 25, 2026 3 Min Read
0



– Banyak kenyamanan yang dahulu dianggap bagian normal dari hidup sehari-hari kini berubah makna. Bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan penanda kemudahan finansial.

Bersumber dari YourTango, artikel karya Sloane Bradshaw yang ditulis pada 19 Februari 2026 menyoroti pergeseran besar yang terjadi secara senyap dalam kehidupan kelas menengah.

Kenaikan biaya hidup, stagnasi pendapatan, serta tekanan hidup dari gaji ke gaji telah menggeser garis batas antara “cukup” dan “berlebih”.

Hal-hal yang dulu nyaris tidak dipikirkan kini menjadi kemewahan terselubung. Berikut sebelas contohnya.


1.


Kulkas kedua di garasi

Dulu, kulkas tambahan hanyalah alat praktis untuk menyimpan minuman, stok makanan, atau belanja dalam jumlah besar.

Kini, biaya listrik, ruang rumah, dan harga peralatan menjadikannya simbol kelonggaran finansial.

Kulkas kedua menandakan bahwa seseorang tidak perlu menghitung konsumsi energi atau kapasitas penyimpanan.


2.


Ruang makan formal yang benar-benar digunakan

Ruang makan terpisah dahulu menjadi pusat kebersamaan keluarga kelas menengah.

Saat ini, desain rumah semakin efisien dan multifungsi. Memiliki ruang yang hanya digunakan untuk makan malam formal kini menyiratkan kelebihan ruang — dan kelebihan ruang berarti kelebihan dana.


3.


Membayar orang lain untuk memotong rumput

Mempekerjakan jasa potong rumput dulu adalah soal kenyamanan. Sekarang, biaya tenaga kerja yang meningkat menjadikannya keputusan finansial yang tidak sepele.

Mendelegasikan pekerjaan dasar menunjukkan bahwa waktu dan kenyamanan lebih berharga daripada penghematan biaya.


4.


Liburan keluarga setiap tahun

Perjalanan tahunan dulu merupakan ritme hidup yang lazim. Kini, biaya transportasi, penginapan, dan konsumsi membuat liburan rutin terasa berat.

Keluarga yang masih bisa bepergian setiap tahun sering dipersepsikan memiliki stabilitas finansial di atas rata-rata.


5.


Membeli bahan makanan bermerek tanpa mengecek harga

Mengambil merek favorit tanpa membandingkan harga dulu terasa biasa. Inflasi mengubah kebiasaan itu.

Kini, berbelanja tanpa menghitung total belanja mencerminkan rasa aman terhadap keuangan, sesuatu yang semakin langka.


6.


Orang tua yang memilih tinggal di rumah

Rumah tangga dengan satu sumber pendapatan dulu umum.

Sekarang, keputusan salah satu orang tua untuk tidak bekerja sering kali menandakan kemapanan.

Biaya hidup yang melonjak membuat pilihan ini menjadi kemewahan, bukan norma.


7.


Membeli mobil baru secara tunai

Harga kendaraan yang melambung menjadikan pembelian mobil tanpa cicilan sebagai tanda kekuatan finansial.

Bahkan mobil bekas pun kini menuntut perhitungan matang. Mobil baru tanpa utang panjang menjadi simbol keamanan ekonomi.


8.


Memiliki rumah, titik

Kepemilikan rumah yang dulu menjadi tonggak kehidupan kelas menengah kini terasa semakin jauh.

Harga properti dan syarat kredit yang ketat menjadikan rumah sebagai aset yang hanya bisa diraih oleh mereka yang benar-benar mapan.


9.


Les privat dan kegiatan ekstrakurikuler berbayar

Les musik, olahraga, atau bimbingan belajar dulu dianggap investasi wajar.

Sekarang, biayanya membuat banyak keluarga harus memilih dengan sangat selektif. Les rutin menandakan adanya dana lebih di luar kebutuhan pokok.


10.


Perawatan kesehatan preventif tanpa ragu

Pemeriksaan gigi, mata, atau spesialis dulu terasa rutin. Kini, bahkan dengan asuransi, biaya tambahan sering menimbulkan pertimbangan.

Mereka yang tetap menjalani perawatan preventif secara konsisten menunjukkan adanya ruang finansial.


11.


Menabung untuk kuliah sambil tetap membayar cicilan rumah

Mengelola tabungan pendidikan anak sambil memenuhi kewajiban rumah tangga dulu mungkin.

Sekarang, biaya kuliah yang melonjak membuat kemampuan melakukan keduanya menjadi indikator stabilitas jangka panjang yang kuat.

Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam, tetapi dampaknya terasa nyata.

Garis antara kelas menengah dan orang kaya semakin kabur, sementara banyak hal yang dulu dianggap “normal” kini perlahan berubah menjadi simbol kemewahan baru.

Tags:

SOSIAL | BUDAYA
Author

LINGKARJATIM

Follow Me
Other Articles
Previous

Gerakan Pangan Murah di Sumberrejo Jadi Bagian Safari Ramadhan Pemkab Bojonegoro

Next

7 Gaya Monokrom untuk Buka Bersama, Tidak Hanya Hitam Putih!

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Situs Ini

Lingkarjatim.my.id merupakan portal informasi yang menghadirkan berita, cerita, dan berbagai topik menarik dari Jawa Timur hingga seantero Nusantara bahkan Sejagat Raya, dikemas secara informatif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Cari

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban

Temukan Kami

Alamat
Jl. Jend. Sudirman 8
Jakarta Pusat, Jakarta 10110

Jam Buka
Senin—Jumat: 09:00–17:00
Sabtu & Minggu: 11:00–15:00

Tentang Situs Ini

Ini bisa jadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan diri dan situs Anda, atau menuliskan daftar penghargaan.

Pos Terkini

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Apresiasi Pemprov Usai Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI
  • Heboh Isu Pungli di SMAN 1 Bojonegoro, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Turun Tangan Langsung di SMAN 1 Bojonegoro
  • Sri Wahyuni: Nilai-Nilai Pancasila Harus Menjadi Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
  • Sri Wahyuni Apresiasi Langkah Pemprov Jatim Jaga Stok Pangan dan Hewan Kurban
  • Sri Wahyuni Tegaskan DPRD Jatim Komitmen Kawal Normalisasi Afvour Macanan di Tuban
Copyright 2026 — LINGKARJATIM.MY.ID. All rights reserved.